Kamis, 11 Desember 2014

The Hunger Games Catching Fire (Film)

Judul : The Hunger Games Catching Fire
Sutradara : Francis Lawrence
Produser : Nina Jacobson, Jon Kilik
Diadaptasi dari : Catching Fire (Suzanne Collins)
Dibintangi :
1. Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen
2. Josh Hutcherson sebagai Peeta Mellark
3. Liam Hemsworth sebagai Gale Hawthorne
4. Woody Harrelson sebagai Haymitch Abernathy
5. Elizabeth Banks sebagai Effie Trinket
6. Lenny Kravitz sebagai Cinna
7. Stanley Tucci sebagai Caesar Flickerman
8. Donald Sutherland sebagai Presiden Coriolanus Snow
9. Philip Seymour Hoffman sebagai Plutarch Heavensbee
10. Jeffrey Wright sebagai Beetee Latier
11. Sam Clafin sebagai Finnick Odair
12. Jena Malone sebagai Johanna Mason
Pendistribusi : Lionsgate
Dirilis : 
1. 11 November 2013 (Premiere di London)
2. 22 November 2013 (Amerika Serikat)
Prekuel : The Hunger Games
Sekuel : The Hunger Games Mockingjay Part 1

Plot :
Tindakan Katniss dalam Hunger Games ke-74 menuai pro dan kontra di berbagai lapisan masyarakat di seluruh distrik. Tindakan yang dimaksud adalah pemberian buah berry beracun (nightlock) untuknya dan Peeta sebagai cara untuk mengelabui peraturan Hunger Games. Ada yang berpendapat bahwa tindakan Katniss tersebut berlandaskan cintanya untuk Peeta sehingga keduanya rela untuk mati dari pada kehilangan yang lain. Namun tidak sedikit yang berpendapat bahwa tindakan Katniss tersebut bersifat perlawanan terselubung melawan Capitol dengan mempercundangi Hunger Games nya yang sadis.

Katniss sendiri tidak mengerti bahwa dirinya telah memicu percikan semangat orang-orang di berbagai distrik untuk memberikan perlawanan yang berujung pada pemberontakan hingga revolusi. Namun karena tidak memiliki akses untuk mendapatkan informasi ini, Presiden Snow berencana untuk mendatangi langsung Katniss sebelum dia memulai Tur Kemenangan yang akan dilaksanakan tidak lama lagi. Tur Kemenangan ini diadakan agar setiap penduduk di Distrik mengingat dengan jelas Turnamen Maut yang baru saja diselenggarakan dan tewasnya nyawa-nyawa generasi muda tidak bersalah.

Katniss, Prim, dan Ibunya kini menempati salah satu dari kedua belas rumah yang ada di Desa Pemenang. Meskipun telah memiliki banyak uang dan rumah mewah, kehidupan mereka terus berjalan seperti biasanya. Prim membantu Ibunya menangani pasien yang tidak pernah dipungut biaya oleh mereka. Sementara itu Katniss menghabiskan hari minggunya untuk berburu bersama dengan Gale di hutan. Mereka tidak bisa berburu bersama setiap hari karena kini Gale sejak Reaping untuk Hunger Games ke-74, Gale sudah berusia delapan belas tahun. Dan karena Tribute untuk laki-laki sudah ditempati oleh Peeta tahun lalu, Gale mulai bekerja di tambang batu bara karena dia sudah melebihi usia yang dibataskan untuk mengikuti Hunger Games. Dengan kata lain, Gale tidak akan memasukkan namanya lagi dalam undian untuk Reaping pada Hunger Games ke-75.

Dalam kegiatan berburunya, Katniss masih dibayang-bayangi pada kematian Tribute lain saat dia terjun ke dalam arena Hunger Games. Hal ini membuatnya tidak bisa berkonsentrasi dalam berburu kemudian memutuskan untuk pergi kembali dengan buruan seadanya. Sebelum berpisah, Katniss meminta Gale untuk mengantarnya ke stasiun sebelum mereka dipisahkan oleh Tur Kemenangan. Namun Gale menolaknya karena dia masih teringat bahwa dalam Hunger Games ke-74, Peeta telah mengungkapkan perasaannya kepada Katniss dan Katniss menggunakannya sebagai senjata untuk memenangkan Hunger Games bersama dengan Peeta. Gale merasa sangsi melihat ciuman yang dilakukan Katniss dan Peeta hanyalah akting meskipun kenyataannya, Katniss dan Peeta tidak pernah bertemu lagi setelah kembali sebagai Pemenang. Dan sebagai pernyataan cintanya, Gale mencium Katniss sebelum meninggalkannya.

Katniss berjalan menuju Desa Pemenang, masih terkejut dengan ciuman yang diutarakan Gale untuknya hingga masuk ke dalam rumah Haymitch. Katniss membangunkan Haymitch dengan menyiramkan air kepadanya, menuai protes dan ayunan pisau dari Haymitch. Katniss memberitahu Haymitch bahwa kru kamera dari Capitol akan segera datang dan tidak ada cara halus yang ampuh untuk membangunkannya. Peeta datang, membawa roti untuk mereka namun Katniss menolaknya dengan nada formal. Haymitch menanggapi percakapan Katniss dan Peeta dengan dingin, mengingatkan keduanya bahwa di depan kamera Capitol, mereka masih sepasang kekasih.

Katniss pulang ke rumahnya, mendapatkan kejutan bahwa Presiden Snow mengunjunginya sebelum dia memulai Tur Kemenangan. Tindakan Katniss di arena Hunger Games dengan buah berry beracun memicu pemberontakan di beberapa distrik dan dalam Tur Kemenangan ini, Katniss memiliki kesempatan terakhir untuk meyakinkan semua distrik, terutama Presiden Snow sendiri bahwa Katniss benar-benar mencintai Peeta. Keduanya sepakat untuk tidak membohongi satu sama lain dan sebelum berpisah, Presiden Snow memberikan mawar putih kepada Katniss. Dia juga memeritahu Katniss bahwa dia mengetahui ciumannya dengan Gale, secara tidak langsung memberikan ancaman maut pada Gale sendiri.

Begitu Presiden Snow pergi, Cinna, Effie, dan kru persiapan telah datang untuk menjemput Katniss. Dan begitu kamera menyorotnya, Katniss tahu bahwa Peeta masih bersama dengannya dalam akting ini meskipun dia tahu bahwa Peeta masih sakit hati karena Katniss telah bersikap dingin padanya. Usai kamera berhenti menyorot mereka, Peeta segera meninggalkan Katniss dan bersikap dingin, menyusul kru lain menuju stasiun kereta untuk pergi ke distrik 11.

Di distrik 11, Effie memberikan kertas berisi pidato singkat yang akan dibacakan Peeta karena dia tahu bahwa Katniss sangat kehilangan Rue. Namun Peeta menurunkan kertas pidato pemberian Effie dan melanjutkan pidato dengan kata-katanya sendiri. Dia menghargai usaha Thresh dan Rue yang telah menyelamatkan Katniss dan secara tidak langsung menyelamatkan nyawanya juga. Peeta juga memberikan hadiah kepada keluarga Thresh dan Rue, menjanjikan bahwa selama dia dan Katniss hidup, kedua keluarga tersebut tidak akan pernah kelaparan. Usai pidato Peeta, Katniss memutuskan untuk mencoba berpidato. Dia hanya memandang dua keluarga yang berdiri di atas panggung khusus. Dia memandang keluarga Thresh memberitahunya bahwa dia hanya satu kali berbicara dengan Thresh dan Thresh yang telah mengampuni nyawanya adalah hutang yang tidak akan pernah bisa dibayar Katniss. Katniss sangat mengenal Rue karena dalam diri Rue, Katniss melihat sosok adiknya, Prim. Katniss meminta maaf kepada keluarga Rue karena tidka bisa menyelamatkan nyawanya. Di akhir pidato Katniss, seorang kakek mengangkat tiga jarinya dan mengudarakan siulan Rue di arena. Detik berikutnya sejumlah Penjaga Perdamaian menyeret Katniss dan Peeta masuk kembali ke dalam Gedung Pengadilan sementara kakek yang tadinya bersiul digiring ke atas panggung kemudian kepalanya diledakkan peluru, memicu kerisuhan lain.

Melihat kekacauan ini, Haymitch menarik Katniss dan Peeta ke atas loteng kemudian memberitahukan keduanya bahwa tugas mereka hanyalah berpidato sederhana. Di sana Katniss mengakui kunjungan Presiden Snow kepadanya sebelum Tur Kemenangan dimulai. Peeta memprotes kejadian yang dirahasiakan Katniss ini darinya karena dia sudah terlanjur memberikan keluarga Thresh dan Rue hadiah. Katniss terisak, merasa kacau kemudian meminta Haymitch untuk membantunya menyelesaikan Tur Kemenangan ini. Haymitch memberitahu Katniss bahwa kunjungan mereka menggunakan kereta tidak berakhir sampai di sini. Katniss dan Peeta akan menemani Haymitch menjadi mentor untuk Hunger Games setiap tahunnya sehingga setiap tahun itu pula, Capitol akan menuntut kisah cinta Katniss dan Peeta, satu-satunya pasangan yang berhasil memenangkan Hunger Games yang sama.

Katniss menyadari bahwa secara tidak langsung Capitol telah memaksanya untuk menikahi Peeta. Dia meminta Peeta untuk melamarnya usai Tur Kemenangan di setiap distrik sebagai usaha terakhirnya meyakinkan Presiden Snow bahwa keduanya saling mencintai. Pada saat puncak Tur Kemenangan di Mansion Presiden Snow, Katniss berharap segera mendapatkan jawaban dari Sang Presiden mengenai rencana pernikahannya dengan Peeta yang telah dipublikasikan. Di sana, Katniss bertemu dengan Plutarch Heavensbee, Pimpinan Juri Pertarungan baru yang menggantikan posisi Seneca Crane. Dari pembicaraannya yang singkat dengan Plutarch, Katniss mengetahui bahwa Seneca telah tewas usai membiarkan Katniss dan Peeta menjadi Juara Bersama dalam Hunger Games terakhir. Pada saat Presiden Snow mengikuti pesta di Mansionnya, dia memberikan pidato singkat bahwa dia berharap agar kisah cinta Katniss dan Peeta terus menginspirasi semua orang selama keduanya masih hidup. Dan dari isyarat singkat Presiden Snow, Katniss tahu bahwa dia tidak bisa meyakinkan Presiden Snow akan cintanya kepada Peeta dan hidup keduanya terancam akan segera berakhir.

Katniss kembali ke Distrik 12, meminta Gale untuk kabur bersamanya. Katniss memberitahu Gae bahwa dia gagal meyakinkan Presiden Snow dan dampaknya adalah nyawa Katniss, Gale, Peeta, Haymitch dan keluarga mereka dalam bahaya maut. Namun Gale menolak untuk kabur ketika Katniss menjelaskan bahwa terjadi pemberontakan hampir di semua distrik saat dia dan Peeta melakukan Tur Kemenangan. Banyak orang melihat bahwa Katniss adalah satu-satunya orang yang berhasil menantang Capitol dan ingin menirunya. Gale dan penambang batu bara lain berencana untuk membuat pemberontakan serupa namun usaha mereka batal dilaksanakan ketika sejumlah pasukan Penjaga Perdamaian dan Pimpinan Romulus Thread yang sadis menggantikan posisi Pimpinan Penjaga Perdamaian sebelumnya.

Kekacauan mulai timbul di Distrik 12. Pasar gelap Hob kini dibumihanguskan, berikut dengan barang-barang terlarang milik warga distrik 12. Gale bahkan kena cambuk setelah menyelamatkan Greasy Sae, Nenek yang berdagang di Hob. Hanya dengan bantuan Katniss, Haymitch, dan Peeta, akhirnya Thread mengampuni nyawa Gale. Gale dibawa ke rumah Katniss di Desa Pemenang di mana Ibunya dan Prim yang mengambil alih Gale untuk dirawat menggunakan baluran salju. Pada malam harinya, Katniss merasa sakit hati karena Gale terpaksa menderita kemudian memutuskan untuk menciumnya. Ciuman Katniss menyadarkan Gale kemudian mereka membicarakan pembatalan rencana mereka sebelumnya untuk kabur.

Pagi harinya Peeta datang ke rumah Katniss, menawarinya untuk menggantikan Katniss menjaga Gale. Katniss memilih untuk mengambil salju lagi sebagai persediaan pengobatan Gale alih-alih istirahat. Prim membantu Katniss mengambil setumpuk salju. Katniss memberitahu Prim bahwa Presiden Snow tengah mengawasi mereka dan tindakan apapun yang diambil Katniss bisa berdampak pada Ibunya dan Prim sendiri. Prim menanggapinya dengan perkataan bahwa dia dan Ibunya akan mendukung tindakan apapun yang dilakukan Katniss sehingga Katniss tidak perlu mengkhawatirkan mereka.

Usai insiden tersebut, distrik 12 nyaris sunyi dan harapan pemberontakan berhasil diredam Thread. Kini, untuk meredam sumber dari harapan itu sendiri, Presiden Snow mengutus Plutarch untuk mengontrol Katniss dan seluruh spesiesnya (seluruh Pemenang Hunger Games yang kini menunjukkan posisi untuk melakukan pemberontakan). Plutarch memanfaatkan momen diselenggarakannya Hunger Games ke-75.

Setiap 25 tahun sekali akan ada Hunger Games yang dimuliakan dengan tujuan untuk mengingatkan generasi muda akan kekuatan Capitol. Sebutannya adalah Quarter Quell. Pada Reaping di Hunger Games tahunan, akan dipilih nama secara acak. Namun pada Hunger Games ke-25 atau Quarter Quell pertama, nama Tribute dipilih melalui voting. Masyarakat setiap distrik menyumbang suara dan nama anak yang mendapat suara terbanyak akan menjadi Tribute mewakili distrik mereka. Pada Hunger Games ke-50 atau Quarter Quell kedua, Capitol meminta jumlah peserta meningkat dua kali lipat. Terpilihlah 48 Tribute, dua lelaki dan dua perempuan yang mewakili setiap distrik. Pemenangnya adalah Haymitch Abernathy.

Kini, untuk merayakan Hunger Games ke-75 atau Quarter Quell ketiga, Presiden Snow menarik amplop menguning bertuliskan angka 75. Di dalam amplop tersebut terdapat kertas yang isinya dibacakan Presiden Snow : Tahun ini, sebagai pengingat bahwa yang terkuat sekalipun tidak akan pernah bisa mengalahkan Capitol, Tribute akan dipilih dari nama Pemenang Hunger Games sebelumnya yang masih hidup tanpa memedulikan usia, kondisi kesehatan, dan faktor lain. Selama 74 tahun diadakan Hunger Games, terdapat 75 orang Pemenang karena Hunger Games terakhir berhasil dikelabui Katniss hingga dia dan Peeta menjadi pemenangnya. Dan dari 75 orang Pemenang tersebut, hanya 59 orang yang masih hidup. Distrik 12 hanya memiliki 3 orang Pemenang. Dua lelaki dan satu perempuan. Katniss akan kembali ke arena.

Katniss melakukan pelarian yang kalap, menangis di hutan, hingga berakhir pada kegiatan minum minuman keras bersama Haymitch. Haymitch memberitahu Katniss bahwa Peeta telah mendatanginya, meminta Haymitch agar Peeta bisa menemani Katniss kembali ke arena sementara Katniss hanya memikirkan dirinya sendiri. Haymitch berkomentar bahwa Katniss bisa hidup ribuan kali dan tetap tidak pantas untuk emnjadi pasangan Peeta. Katniss mendengus, berkata bahwa tidak ada orang yang bisa memenangkan Hunger Games tanpa membunuh seperti yang dilakukan Peeta. Haymitch mengoreksinya, tidak akan ada orang yang bisa memenangkan Hunger Games 2 kali.Katniss meminta Haymitch untuk menggantikan posisi Peeta. Tahun kemarin Haymitch memilih untuk menyelamatkan nyawa Katniss dan kali ini nyawa Peetalah yang harus diselamatkan. Haymitch bersedia namun jika Effie menarik nama Haymitch dan Peeta memutuskan untuk menggantikannya maka tidak ada yang bisa dilakukan Haymitch.

Perkataan Haymitch menjadi kenyataan. Peeta menggantikan posisi Haymitch ketika Effie menarik nama Haymitch. Seluruh penduduk distrik 12 yang melihat Reaping mengangkat tiga jarinya sebagai tanda salut yang dibalas oleh Katniss dan Peeta. Thread menghentikan sikap tersebut dengan menarik lengan Katniss tanpa memberikannya kesempatan untuk berpamitan kepada Ibunya, Prim, dan Gale.

Di kereta yang berangkat menuju Capitol, Effie memberitahukan kepada Katniss, Peeta, dan Haymitch bahwa mereka harus tampak seperti tim. Katniss memiliki pin emas mockingjay, Effie mengganti wig rambutnya dengan warna keemasan, dan berencana memberikan Peeta dan Haymitch sesuatu yang berwarna emas pula. Effie memberitahukan bahwa saingan Katniss dan Peeta kini adalah Pemenang Hunger Games yang menjadi favorit Capitol. Mereka sangat pintar, terlatih, licik, dan mengenal satu sama lain. Dengan kata lain, Katniss dan Peeta yang merupakan anggota baru dari perkumpulan Pemenang Hunger Games masih dianggap asing bagi yang lain.

Haymitch sepakat dengan Effie. Sebagai mentor, Haymitch memberitahukan bahwa Hunger Games kali ini sangat lain dari Hunger Games sebelumnya. Tahun lalu bisa dikatakan bahwa Katniss dan Peeta menghadapi Hunger Games anak-anak. Tahun ini, mereka berhadapan dengan para pembunuh berpengalaman. Haymitch memberitahu Katniss dan Peeta mengenai saingan mereka yang berbahaya dan mereka membutuhkan sekutu. Melalui layar yang menampilkan Reaping dari distrik lain, Haymitch memperkenalkan saingan Katniss dan Peeta, berharap mereka menemukan orang yang cocok untuk dijadikan sekutu di arena.

Dari distrik 1 : Gloss dan Cashmere. Keduanya adalah kakak beradik yang memenangkan Hunger Games secara berurutan dan memiliki banyak sponsor yang mendukung mereka. Dari distrik 2 : Brutus dan Enobaria. Brutus tampak senang bisa mengikuti Hunger Games lagi sementara Enobaria tidak pernah kekurangan penggemar di Capitol, terutama sejak dia mengoperasi seluruh giginya menjadi taring. Hal ini dilakukan Enobaria karena dia memenangkan Hunger Games dengan mengoyak leher musuh terakhirnya di arena. Dari distrik 3 : Beetee dan Wiress. Keduanya bukan pejuang namun sangat jenius. Beetee memenangkan Hunger Games dengan menyetrum enam peserta sekaligus dengan peralatan yang dia buat di arena. Dari distrik 4 : Finnick dan Mags. Finnick adalah legenda hidup dalam Hunger Games karena dia adalah pemenang termuda. Usianya masih 14 tahun ketika dia memenangkan Hunger Games ke-65. Parasnya yang tampan membuatnya mendapatkan banyak hadiah dari sponsor hingga mendapatkan trisula yang merupakan hadiah termahal yang pernah ada di arena. Merupakan penduduk dari distrik nelayan, Finnick membuat jaring untuk menangkap musuh-musuhnya kemudian menghabisi mereka menggunakan trisula. Sementara itu Mags adalah wanita tua berusia 80 tahun yang mengajukan diri menggantikan Annie, gadis yang namanya dipanggil pada saat Reaping. Dari distrik 6  terdapat sepasang pecandu morfin yang sangat pandai berkamuflase sehingga mereka menggunakan strategi menyembunyikan diri hingga tersisa satu peserta untuk dihabisi.

Pada saat Parade Tribute, Cinna dan Portia mendandani Katniss dan Peeta dengan pakaian dan riasan bernuansa gelap seperti warna batu bara yang belum dinyalakan. Finnick mendatangi Katniss yang berdiri sendirian di samping kudanya. Finnick menawari Katniss gula batu tapi Katniss menolaknya. Dengan menggunakan pesona yang dia miliki, Finnick ingin tahu rahasia yang dimiliki Katniss agar dia bisa mengalahkan Katniss di arena namun Katniss berdalih bahwa dia adalah buku yang terbuka sehingga tidak memiliki rahasia sama sekali. Rahasia adalah sesuatu yang sangat berharga bagi Finnick sehingga dia menjadikan rahasia itu sebagai bayaran atas orang-orang yang telah ditemaninya sejak dia menjadi Pemenang Hunger Games yang sangat diminati oleh penduduk Capitol. Finnick berpamitan ketika melihat kedatangan Cinna dan Peeta.

Cinna menginstruksikan Katniss dan Peeta untuk memandang lurus ke depan dan menganggap seolah keduanya berada di atas angin. Sebelum berpisah Cinna memberi Katniss tombol untuk ditekan saat dia siap. Ketika kedua belas kereta kuda beriringan keluar, Katniss dan Peeta melakukan semua instruksi Cinna sambil berpegangan tangan. Tidak ada lambaian bagi penonton yang menyoraki mereka, bahkan tidak untuk Presiden Snow. Ketika Katniss dan Presiden Snow saling bertatapan, Katniss menekan tombol yang diberitahukan Cinna kemudian garis bentuk api menyala di pakaian yang dikenakannya dan Peeta. Kini pakaian mereka tampak seperti batu bara yang menyala.

Usai Parade Tribute, Haymitch memperkenalkan Katniss dan Peeta kepada sahabatnya dari distrik 11, Chaff dan Seeder. Chaff adalah lelaki berkulit gelap yang memiliki satu tangan dan memilih untuk mencium Katniss di mulutnya sebagai perkenalan, membuat Katniss terkejut. Haymitch tertawa kemudian mengajak Katniss dan Peeta masuk ke dalam lift dan sebelum pintu lift menutup dengan sempurna, seornag gadis berpakaian pohon masuk ke dalam bersama mereka. Dia meminta bantuan Peeta untuk menarik restleting belakang pakaiannya. Dengan santai dia melepaskan seluruh pakaiannya, jengkel dengan Penata Gaya yang tidak kreatif seperti Cinna. Ketika lift berhenti di lantai tujuh, gadis tersebut melangkah keluar tanpa busana menuju kamarnya. Haymitch nyengir, memberitahu Katniss dan Peeta bahwa gadis tersebut berasal dari distrik 7 dan bernama Johanna Mason.

Seperti instruksi Haymitch, Katniss dan Peeta mulai mencari sekutu keesokan harinya. Dalam latihan, Katniss mengawasi kakak beradik Gloss dan Cashmere yang lihai melemparkan pisau pada target bergerak. Sementara Brutus lebih suka menggunakan tombak. Johanna yang terbiasa dengan menebang kayu memilih kapak sebagai senjatanya. Enobaria beradu tongkat dengan instrukturnya sambil memamerkan taringnya. Katniss mendengus, memilih bergabung dengan Beetee dan Wiress di salah satu pos. Beetee berusaha membuat api dengan menggesekkan tongkat pada sebuah kayu. Katniss menyarankan gerakan dan kecepatan yang dibutuhkan hingga Beetee sanggup menciptakan asap. Wiress menggunakan gaya bicaranya yang melamun, memberitahukan terdapat medan gaya pelindung yang memisahkan Tribute dengan Juri Pertarungan. Medan gaya memiliki tanda seperti tanda air atau kaca bergerak. Hal ini membuat Katniss b berpikir medan gaya pelindung itu dipasang karena Katniss memanah ke arah Juri Pertarungan pada saat penilaian kemampuan Tribute sebelum terjun ke arena.

Katniss beralih kepada Mags yang membuat sebuah pancing yang indah. Katniss mengatakan pada Mags bahwa dia mengagumi keberanian Mags untuk menggantikan posisi gadis berambut merah bernama Annie. Mags menggunakan isyarat bahwa dia hanya bertindak sama seperti yang dilakukan Katniss tahun lalu. Katniss memberitahukan bahwa Prim, gadis muda yang digantikannya tahun lalu adalah adiknya. Katniss menawarkan pelajaran memanah untuk Mags jika Mags mau mengajarinya membuat pancing. Usai belajar, Katniss menawarkan Mags untuk masuk ke ruangan khusus untuk berlatih memanah namun Mags lebih memilih untuk melihatnya dari luar. Dengan mudah, Katniss menghabisi target bergerak tanpa terluka sedikitpun. Pada saat itulah Katniss menyadari bahwa dirinya diawasi oleh Tribute lain. Kembali ke kamarnya Haymitch memberitahu Katniss dan Peeta bahwa setengah dari Tribute meminta Katniss menjadi sekutu mereka. Namun Katniss memilih bersekutu dengan Beetee dan Wiress. Peeta memberitahu Katniss bahwa Johanna menjuluki Beetee dengan sebutan Volts (Penyetrum) dan Wirees dengan panggilan Nuts (Gila). Haymitch menanyai siapa lagi yang diinginkan Katniss dan dia menjawab Mags.

Tiba pada kegiatan penilaian individu di mana Tribute menunjukkan kemampuan mereka di depan Juri Pertarungan. Peeta menunjukkan kemampuannya melukis di lantai dan dia menggambar Rue yang meninggal dan dihiasi oleh bunga-bunga yang dikumpulkan Katniss sebagai pemakamannya. Peeta ingin Juri Pertarungan bertanggungjawab atas kematian gadis berusia 12 tahun tersebut. Katniss yang masuk setelah Peeta melihat lukisan tersebut kemudian menangis. Dia membuat boneka yang tampak terbunuh dengan gantung diri. Katniss menggunakan cat untuk menunjukkan boneka tersebut adalah Seneca Crane, Ketua Juri Pertarungan yang dibunuh Presiden Snow tahun lalu karena berurusan dengan Katniss. Secara tidak langsung Katniss mengancam seluruh Juri Pertarungan termasuk Ketuanya bahwa mereka bisa mengalami nasib yang sama karena telah berurursan dengan Katniss.

Tiba pada saat wawancara dengan Caesar Flickerman, seluruh Tribute menggunakan berbagai tipu daya untuk mengajak penonton menyumbang suara agar Hunger Games kali ini dibatalkan. Gloss dan Cashmere menggunakan trik bahwa mereka sudah merasa seluruh penonton di Capitol adalah saudara mereka, Beetee berbicara dengan kaku bahwa sistem Quarter Quell dibuat oleh manusia jadi manusia sendiri juga bisa membatalkannya, Finnick menggunakan pesonanya untuk membacakan sebuah puisi, dan Johanna memaki dengan segala amarah yang bisa dikeluarkannya. Tiba di giliran Katniss, dia bertemu dengan Johanna yang kembali ke belakang panggung karena ada masalah dengan gaunnya. Johanna tampak tidak percaya bahwa kali ini Cinna mengenakan gaun pengantin pada Katniss. Katniss memberitahu Johanna bahwa Cinna dipaksa oleh Presiden Snow. Johanna tersenyum licik berkata kepada Katniss sebelum dia dipanggil bahwa Katniss harus membuat Presiden Snow membayarnya.

Katniss membuat wawancara penuh percaya diri dengan Caesar. Dia berkata bahwa meskipun pernikahan Katniss terpaksa dibatalkan, Presiden Snow secara pribadi menginstruksikan Cinna agar Katniss mengenakan gaun pengantin sehingga paling tidak penonton sempat melihatnya. Di akhir wawancara, Katniss melakukan instruksi Cinna bahwa dia harus berputar lagi di atas panggung. Namun kali ini, api yang nyata benar-benar membakar gaun pengantinnya kemudian Katniss berdiri di atas panggung dengan gaun berwarna hitam yang dilengkapi sayap. Sebuah gaun yang merepresentasikan sosok Burung Mockingjay. Presiden Snow melihat wawancara tersebut kemudian memandang Cinna yang mendapat aplaus dari penonton dengan sorot pandangan tajam.

Tiba giliran wawancara dengan Peeta yang menunjukkan bahwa dia tidak bisa berkonsentrasi untuk diwawancarai. Dia mengatakan bahwa dia dan Katniss sudah menikah secara rahasia menggunakan tradisi kuno memanggang roti di idstrik 12. Dengan kalimat tersirat Peeta juga mengatakan bahwa Katniss sekarang hamil. Seluruh penonton di studio sontak berteriak agar Hunger Games dibatalkan. Caesar meminta Peeta untuk bergabung dengan ke-23 Tribute lain yang berdiri di panggung berbentuk setengah lingkaran yang ada di belakang Caesar. Ketika Caesar berusaha untuk menenangkan penonton di dalam studio yang menentang Hunger Games tahun ini, bahkan mereka masih berteriak saat lagu kebangsaan diudarakan, ke-24 Tribute bergandengan tangan kemudian diangkat ke atas secara bersamaan. Hal ini merupakan pertama kalinya terlihat persatuan ke-12 distrik sejak Masa Kegelapan. Caesar memberi kode pada kru di belakang panggung kemudian segala bentuk sambungan listrik dipadamkan.

Katniss dan Peeta kembali ke kamar mereka. Effie dan Haymitch menyusul tidak lama kemudian untuk menyampaikan selamat berpisah karena Hunger Games ke-75 tetap diselenggarakan. Effie memberikan dua buah kotak yang masing-masing diberikan kepada Peeta dan Haymitch. Peeta mendapatkan kalung yang telah dipesannya kepada Effie dan karena Haymitch tidak memesan apapun, Effie memutuskan untuk memberinya gelang emas berukir. Effie meninggalkan mereka lebih dulu sambil menangis. Dan sebelum berpisah, Haymitch memberi instruksi terakhir kepada keduanya agar tetap bertahan hidup dan khusus Katniss, Haymitch menasihatinya untuk mengingat siapa musuh Katniss yang sebenarnya.

Tiba pada pagi hari dimulainya pertandingan. Katniss pergi ke ruangan berisi tabung yang akan membawanya masuk ke dalam arena. Di dalam pesawat terdapat petugas yang menyuntikkan alat pelacak di lengan Katniss. Di sana Cinna menempelkan aksesoris terakhir Katniss berupa pin mockingjay dan mengatakan bahwa dia masih bertaruh untuk Katniss. Katniss hanya sempat berterimakasih kepada Cinna atas gaun yang dikenakannya saat wawancara semalam sebelum terdengar suara untuk memintanya masuk ke dalam tabung. Ketika Katniss masuk ke dalam tabung, Cinna menunggunya namun tabung tersebut tidak kunjung bergerak. Pintu di belakang Cinna mengayun terbuka dan tiga orang Penjaga Perdamaian yang diutus Presiden Snow masuk untuk menghabisi Cinna. Katniss memukul tabung berulang kali namun tiga orang Penjaga Perdamaian tersebut tampaknya tidak menghiraukan Katniss. Dan sesuai dengan perintah Presiden Snow, mereka membawa keluar Cinna yang sudah berdarah tepat ketika tabung Katniss terangkat ke atas. Katniss terisak namun dia berusaha menguasai diri lagi, tahu bahwa ini hanyalah trik Presiden Snow untuk membuatnya gusar, terutama setelah apa yang terjadi semalam.

Katniss tiba di arena. Di sekelilingnya hanya ada air kemudian Katniss berusaha untuk menganalisis arena seperti apa yang telah dipersiapkan untuk Hunger Games kali ini. Cornucopia berada di pulau kecil berbentuk lingkaran dengan sepetak tanah yang menjulur seperti jeruji roda. Pada setiap sektor yang dibagi oleh dua jeruji tersebut terdapat dua orang peserta. Katniss mencari Peeta tapi tidak menemukannya sehingga dia memutuskan untuk bersikap seperti pemburu, berusaha untuk mendapatkan busur dan anak panah yang tergeletak di Cornucopia.

Ketika hitungan mundur usai, Katniss terjun ke dalam air, berenang ke sepetak tanah terdekat. Berlari melawan kecepatan peserta lain, Katniss tiba lebih awal di Cornucopia dan berhasil memanah betis Gloss. Target keduanya, Enobaria mengetahui Katniss membidiknya sehingga berhasil terjun ke air ketika anak panah Katniss melesat ke arahnya. Finnick muncul di dekat Katniss sambil membawa trisula dan di saat yang sama Katniss membidiknya. Finnick mengatakan bahwa dia adalah sekutu yang dipilihkan Haymitch untuknya karena Katniss tidak kunjung memberikan pilihan yang tepat bagi Haymitch. Finnick memamerkan gelang emas berukir milik Haymitch sebagai bukti kemudian menyuruh Katniss menunduk. Detik berikutnya trisula Finnick tertancap pada dada Tribute pria dari distrik 5. Keduanya sepakat untuk meninggalkan Cornucopia untuk mencari Peeta dan Mags.

Finnick menemukan Mags di salah satu dari dua belas petak tanah yang meluncur seperti jeruji. Mags menunjuk Peeta yang bertarung di air melawan Tribute lain. Ketika Katniss tiba dengan anak panah yang siap dibidik dan Finnick menyelam ke arah Peeta, keduanya tenggelam ke dalam air. Meriam diledakkan dan sosok tubuh mengambang di air tidak lama kemudian. Katniss terkejut, menurunkan busurnya. Ketika Finnick tiba di lokasi tersebut, Peeta muncul dari bawah permukaan air. Finnick membantu Peeta kembali ke daratan. Katniss memandang ke arah Cornucopia di mana Gloss, Cashmere, Brutus, dan Enobaria sudah bersatu, siap memburu peserta lain.

Begitu Finnick dan Peeta sudah kembali bersama mereka, Peeta segera berlari disusul Katniss dan Finnick menggendong Mags di akhir rombongan, masuk ke dalam hutan belantara. Keempatnya merasa haus dan kepanasan sehingga memutuskan untuk menemukan air terlebih dahulu untuk mengurangi kemungkinan mati kehausan. Mereka kembali berjalan setelah dirasa aman dengan urutan Peeta di barisan terdepan disusul Mags, Finnick, dan Katniss mengawasi daerah sekitar dengan busurnya. Dari posisinya, Katniss bisa melihat bahwa Peeta tengah memotong sulur-sulur yang menghalangi jalannya menggunakan pisau yang didapatkan Katniss dari Cornucopia. Beebrapa meter di hadapan Peeta terdpat sebuah petak kaca transparan melayang. Katniss memperingatkanPeeta tepat ketika Peeta mengayunkan pisaunya ke arah medan gaya pelindung, membuatnya tersetrum dan melayang ke belakang sebelum terjauh tidak bergerak. Katniss berlari ke arahnya namun Finnick mendorong Katniss hingga terjatuh. Ketika Katniss hendak menyerang balik Finnick, dia menyadari bahwa Finnick tengah melakukan resusitasi jatung, paru, dan otak kepada Peeta. Berulang kali Finnick mencoba namun hasilnya belum terlihat. Di tempat lain, Plutarch mengawasi hal ini menggunakan kamera pengawas yang berada di arena. Melalui rekaman media yang ditampilkan di layar, Plutarch melihat bahwa denyut Peeta tidak bereaksi bahkan setelah dibantu Finnick. Plutarch meminta suara meriam namun ternyata Peeta berhasil diselamatkan Finnick.

Pada saat itulah Katniss mencium Peeta yang kewalahan dan memberitahu yang lain bahwa ada medan gaya pelindung di sana. Presiden Snow menangkap momen ini dan cucunya berkata bahwa dia ingin seperti Katniss, mendapat seseorang yang bisa dia cintai sepenuh hati. Presiden Snow menanggapi cucunya yang mengidolakan Katniss hingga meniru gaya rambut kepangnya dengan senyuman, kini yakin bahwa Katniss benar-benar mencintai Peeta karena takut kehilangannya.

Perjalanan keempatnya dilanjutkan dengan berjalan kaki ke arah kanan. Katniss berada di depan barisan kali ini, melemparkan kacang ke arah kiri dan selalu hangus menabrak medan gaya pelindung. Tampaknya medan gayapelindung itu semakin mengarah melengkung ke kanan. Katniss memanjat sebuah pohon kemudian melepaskan anak panahnya ke langit. Anak panahnya meledak dan menimbulkan getaran di sepanjang garis bentuk medan gaya pelindung. Katniss mengabarkan pada yang lain bahwa mereka terperangkap dalam arena yang berbentuk seperti kubah transparan dan tidak air kecuali di Cornucopia.

Setelah berjalan, mereka memutuskan untuk beristirahat. Malam harinya, Juri Pertarungan memberitahukan delapan orang yang tewas pada hari pertama, termasuk Seeder. Usai pengumuman, perhatian mereka teralih oleh keran yang dikirimkan Haymitch. Katniss membuat lubang pada salah satu pohon kemudian memasang keran pada lubang tersebut. Beberapa detik kemudian air mengalir sehingga keempatnya bergantian minum air. Finnick menawari tugas pertama untuk berjaga namun Katniss tidak ingin tertidur dengan Finnick memegang trisula di tangannya. Finnick membalas bahwa jika dia ingin Katniss dan Peeta tadi, dia bisa saja tidak menolong Peeta dan menusuk Katniss menggunakan trisulanya.

Pada tengah malam terdengar dua belas kali bunyi lonceng yang sangat keras. Finnick mengasumsikan sebagai waktu menunjukkan pukul dua belas malam sementara Katniss mengira itu jumlah distrik. Detik berikutnya petir menyambar berulang kali di pohon besar yang sama di kejauhan. Finnick memutuskan untuk tertidur selama beberapa jam karena dia pasti membutuhkan banyak tenaga besok pagi. Katniss juga tertidur karena kelelahan tidak lama kemudian.

Dua jam berselang Katniss kembali terbangun. Tidak jauh dari tempat mereka beristirahat, muncul sosok kabut yang tidka alami. Ketika kabut itu sudah dekat dengannya, Katniss mencoba menyentuhnya dan kulitnya serasa melepuh. Dia menjerit, memperingatkan yang lain agar segera terbangun dan melarikan diri dari kabut beracun tersebut, senjata dari Juri Pertarungan yang tidak akan pernah bisa mereka lawan.

Baik Katniss, Peeta, maupun Finnick berulang kali tersandung karena terburu-buru dan tidak bisa melihat dengan jelas dalam kegelapan sehingga ketiganya terkena kabut beracun. Ketika Peeta terjatuh dan tidak sadarkan diri tepat di sebelah Katniss, Finnick menghampiri mereka dengan Mags di punggungnya. Katniss memohon kepada Finnick agar menggendong Peeta juga meskipun dia tahu bahwa Finnick tidak mungkin menggendong dua orang sekaligus sambil berlari dari kejaran kabut yang kian mendekat. Mags mencium Finnick kemudian berlari menyongsong maut. Tubuh Mags tenggelam dalam pusaran kabut dan detik berikutnya Juri Pertarungan menyalakan meriam tanda Mags sudah tidak bisa tertolong. Finnick berteriak memanggil Mags sebelum Katniss menyadarkannya bahwa Mags memberi mereka kesempatan untuk melarikan diri dari kabut beracun tersebut. Keduanya memapah Peeta hingga terjatuh berguling pada tanah yang miring. Kabut hanya berjarak beberapa senti dari tubuh mereka yang tidak berdaya ketika menghantam dinding yang tidak terlihat kemudian kabut tersebut seperti terhisap ke langit dan tidak tampak lagi.

Katniss melihat sosok monyet yang memanjat di pohon dekat mereka, membuatnya berpikir bahwa area ini tidak mungkin beracun jika ada hewan yang hidup di daerah tersebut. Katniss mencoba membersihkan kulitnya yang melepuh terkena kabut dengan genangan air yang cukup dalam. Rasanya sakit sekali hingga dia menjerit. Peeta mengikuti Katniss untuk memulihkan diri. Usai menangani diri mereka masing-masing, baik Katniss maupun Peeta membawa tubuh Finnick ke dalam air untuk membersihkan diri. Begitu mereka berhasil mengobati diri, Katniss dan Finnick membersihkan senjata mereka dan membicarakan Mags. Di sisi lain, Peeta berusaha untuk mengumpulkan air bersih yang bisa mereka minum menggunakan keran Haymitch.

Insting Katniss timbul ketika dia merasa diawasi sosok bergerak. Dia menemukan bahwa mereka bertigas telah diawasi oleh sekelompok besar monyet bertubuh besar. Ketika dia memanggil Peeta, gerakan Peeta yang mendadak membuat monyet-monyet tersebut bereaksi dan mulai menyerang. Mereka bukan monyet biasa. Mereka adalah Mutan tipe penyerang yang telah diciptakan oleh Juri Pertarungan, sama seperti Tawon Penjejak dan Mutan yang menghabisi Cato. Katniss menggunakan seluruh anak panahnya untuk menyerang jantung, mata, atau bagian tubuh manapun yang bisa menghentikan gerakan Mutan tersebut. Finnick menggunakan trisulanya dan Peeta menggunakan pisaunya untuk melakukan perlawanan yang sama.

Katniss melihat satu-satunya kesempatan yang mereka miliki untuk kabur adalah menuju pantai di mana pusat Cornucopia berdiri. Ketiganya kewalahan menghadapi serangan Mutan yang tidak ada habis-habisnya kemudian ketika nyawa Peeta terancam, sosok gelap berlumuran lumpur muncul dari balik akar pohon tempatnya berkamuflase kemudian menghadapi serangan Mutan monyet tersebut dengan tangan kosong. Wanita pecandu morfin dari distrik 6 memberi kesempatan bagi Peeta untuk menghunuskan pisaunya hingga Mutan tersebut berhasil dia lumpuhkan. Katniss membantu Peeta menyeret tubuh wanita pecandu morfin tersebut menuju pantai sementara Finnick menyerang Mutan yang tersisa. Luka yang diberikan Mutan tersebut telah terlalu dalam hingga darah bercucuran dari dadanya. Mereka tahu bahwa wanita tersebut tidak akan selamat dan di saat-saat terakhirnya, Peeta menunjukkan warna langit yang cerah menandakan pagi telah tiba. Katniss dan Peeta mengapungkan jenazah wanita tersebut menuju ke pulau kecil Cornucopia hingga pesawat ringan muncul dengan cakar metaliknya mengambil jasad tersebut dan membawanya pergi.

Usai mengambil kembali dan membersihkan anak panahnya, Katniss memakan ikan yang ditangkap Finnick. Peeta menemukan sebuah mutiara berwarna gelap dari kerang yang dibukanya dengan pisau. Mutiara tersebut diberikannya kepada Katniss. Beberapa jam kemudian tsunami mendadak muncul dari salah satu sisi arena, menewaskan satu Tribute hingga pesawat ringan kembali datang menjemput jasadnya, dan sisa tsunami menenggelamkan sisa tulang-tulang ikan yang tergeletak di pasir. Ketiganya bersembunyi ketika mendengar suara dari sisi lain pantai. Ketika menyadari sosok Johanna Mason yang digayuti Wiress dan Beetee tampak tertatih di dekat mereka, Finnick menghampirinya. Mau tak mau, Katniss dan Peeta ikut menyambut keduanya, secara tidak langsung menyepakati kehadiran sekutu baru meskipun Katniss tidak terlalu menyukai kepribadian Johanna.

Ketiganya berlumuran darah yang telah mengering. Johanna mengatakan bahwa usai terjadi petir di pohon besar, muncul hujan darah yang panas dan kental di mana mereka berada. Pada saat itulah darah membuat mereka tidak bisa melihat dengan jelas dan Blight, Tribute pria dari distrik 7 menghantam medan gaya pelindung. Johanna tidak memiliki hubungan apapun dengan Blight tapi mereka berasal dari kampung halaman yang sama. Mereka memilih untuk berjalan ke arah kiri untuk menghindari hujan dari tersebut, arah yang berlawanan dengan yang dilalui Katniss.

Wiress tampak shock dan berkata 'tik tok' tanpa henti. Dia tampak berusaha memberitahu yang lain tapi kemampuan berbicaranya tampaknya belum bisa dia dapatkan kembali karena masih trauma. Hal ini tampak mengganggu Johanna hingga mendorong Wiress untuk menjauh darinya. Ketika Katniss memprotes perilaku Johanna, Johanna berteriak bahwa dia menyelamatkan Beetee dan Wiress demi Katniss. Hal ini membuat Katniss terperanjat. Finnick menggendong Johanna ke laut agar dia bisa membersihkan diri alih-alih menghabiskan waktunya untuk memaki Katniss. Peeta melihat kebingungan Katniss dan menjelaskan bahwa mungkin Johanna ingin bersikap baik kepada Katniss dengan menyelamatkan Beetee dan Wiress karena Katniss menginginkan keduanya sebagai sekutu. Beetee tampak kelelahan dan mengalami dehidrasi hingga Peeta memutuskan untuk mencarikan air segar menggunakan keran Haymitch.

Katniss membantu Wiress untuk membersihkan dirinya menggunakan air laut sementara Johanna membersihkan kapaknya begitu tubuhnya bersih. Katniss menanyai Johanna mengenai kumparan kawat yang tengah diteliti Beetee di pasir pantai. Johanna menjawab bahwa Beetee sangat membutuhkan kawat tersebut sebagai senjata karena kecerdasan adalah senjata terakhir yang bisa digunakan Beetee di arena. Dia bahkan sempat tertusuk demi mendapatkan kumparan tersebut. Katniss masih membersihkan tubuh Wiress sementara Wiress masih berkata 'Tik Tok' tanpa henti. Pada saat itulah petir kembali menyambar pohon besar yang sama dan kenyataan menghantam telak Katniss. Katniss memandang berkeliling ke arah pusat arena di mana terdapat dua belas jeruji dan Cornucopia sebagai pusatnya. Dilatarbelakangi suara 'Tik Tok' Wiress, Katniss menyadarinya.

Ini adalah jam.

Arena ini dibentuk layaknya jam dengan senjata ampuh berbeda yang disiapkan Juri Pertarungan di setiap sektornya. Senjata tersebut aktif pada jam yang sesuai dengan sektornya dan berakhir di sektor yang sama. Pada sektor jam dua belas hingga jam satu terjadi petir yang menghantam pohon besar yang sama berulang kali. Pada sektor jam satu hingga jam dua terdapat hujan darah yang panas dan kental. Sektor berikutnya adalah kabut beracun. Sektor jam tiga dan jam empat terdapat Mutan Monyet. Kemudian pada sektor jam sepuluh dan jam sebelas terdapat tsunami besar. Sistem ini sepertinya sudah disadari oleh Wiress sejak awal mula kedua belas lonceng berdentang pada tengah malam dan sistem yang sama berlaku sejak tengah hari.

Keenamnya berkumpul di Cornucopia untuk mengambil persediaan senjata sambil membahas strategi selanjutnya. Di tepi Cornucopia, Wiress telah pulih dari shock dan mendapatkan kembali kemampuannya berbicara kemudian menyanyi mengenai tikus yang melompati jarum jam. Mendadak nyanyian Wiress berhenti, membuat kelimanya berputar ke arah Wiress. Gloss sudah berada di balik punggung Wiress dan dengan pisau di tangannya, Gloss sudah menggorok leher Wiress. Detik berikutnya Katniss melepaskan anak panah yang menancap di dada Gloss. Dari sisi lain Cornucopia, Cashmere melolong melihat kematian saudara laki-lakinya sambil mengangkat pisau ke arah Katniss. Johanna yang menyadari hal ini segera mengambil gerakan berputar dan mendorong Katniss ke samping dan berhasil menancapkan kapaknya ke dada Cashmere.

Finnick mendorong Peeta menjauh dari ancaman lain : Brutus dan Enobaria muncul dari sisi lain Cornucopia dan berhasil melukai Finnick. Katniss melepaskan anak panah lain namun menghantam ujung terompet Cornucopia. Menyadari bahwa mereka sudah kalah jumlah, Brutus dan Enobaria pergi menjauh, dikejar oleh Katniss dan Johanna. Namun Plutarch memutuskan untuk menghentikan pertarungan tersebut dengan meminta salah satu Juri Pertarungan untuk memutar arena Cornucopia itu sendiri. Terompet tersebut berputar di tempatnya berdiri, membuat Beetee, Finnick, Johanna, Katniss, dan Peeta berpegangan pada apapun agar bisa bertahan di atas pulau tersebut. Sejumlah senjata di Cornucopia terguling akibat putaran pulau yang kencang dan nyaris melukai Beetee, Finnick, dan Peeta. Di sisi lain pulau, Katniss terguling namun Johanna berhasil menangkap tangan Katniss. Johanna menancapkan kapaknya ke pulau untuk bertahan namun genggamannya pada Katniss terlepas. Katniss terjatuh ke dalam laut dan pada saat itulah Plutarch meminta Juri Pertarungan untuk menghentikan putaran pada Cornucopia.

Katniss berhasil kembali ke daratan. Johanna meminta yang lain untuk mengambil peralatan yang mereka butuhkan kemudian pergi dari Cornucopia. Di tepi pantai mereka berunding. Brutus dan Enobaria sudah kalah jumlah sehingga mereka tidak mungkin menyerang. Johanna bertanya apakah mereka perlu memburu keduanya ketika Katniss mendengar suara itu. Suara Prim menjerit kesakitan. Katniss masuk ke dalam hutan diikuti Finnick. Saat Beetee, Johanna, dan Peeta menyusul, jalan mereka terblokir oleh perisai tak terlihat hingga kengerian pada sektor jam 4 hingga jam 5 hanya dialami oleh Katniss dan Finnick.

Katniss menemukan burung hitam yang membuat suara jeritan kesakitan Prim. Dengan anak panahnya, Katniss menghabisi burung tersebut, menyadari bahwa itu hanyalah suara Burung Jabberjay yang meniru jerit kesakitan Prim. Jabberjay adalah Mutan berbentuk burung hitam ciptaan Capitol yang bisa meniru suara seseorang. Burung tersebut diciptakan Capitol agar bisa menyusup ke markas pemberontak dan merekam pembicaraan strategi perlawanan sehingga Capitol bisa menghancurkan pemberontak. Ketika pemberontak mengirim pesan palsu yang direkam Jabberjay untuk didengarkan Capitol, Capitol merasa murka dan menghabisi Mutan tersebut. Jabberjay jantan yang tersisa pergi ke alam liar kemudian meneruskan garis keturunan mereka dengan burung Mockingbird betina hingga menghasilkan Burung Mockingjay. Burung Mockingjay berwarna hitam dengan beberapa bulu putih Mockingbird. Kemampuannya merekam suara masih ada namun kini berupa siulan burung, bukan rekaman percakapan manusia.

Detik berikutnya, Finnick terperanjat mendengar jeritan Annia kemudian berlari mengejar sumber suaranya. Katniss mengejar Finnick, berteriak bahwa itu hanyalah Jabberjay. Finnick membalasnya dengan fakta bahwa Jabberjay hanya bisa meniru suara sehingga pasti di suatu tempat, Prim dan Annie telah disiksa di depan Jabberjay hingga rekamannya bisa mereka dengar. Tidak lama kemudian suara jeritan Gale muncul, diikuti teriakan penderitaan orang lain yang mereka sayangi. Katniss dan Finnick berusaha melarikan diri dari sesuatu yang tidak bisa mereka lawan, seperti kabut beracun yang telah merenggut Mags.

Setiap kali mereka membantai satu Jabberjay, muncul Jabberjay lain yang menggantikan tempatnya. Mereka berlari diikuti sekawanan Jabberjay hingga menemukan sosok Beetee, Johanna, dan Peeta yang terjebak di sisi lain sektor. Katniss menghantam perisai tak terlihat, tidak bisa menangkap teriakan Peeta yang mengatakan bahwa itu hanyalah tiruan. Katniss dan Finnick disiksa tanpa mampu melawan, hanya bisa berharap sektor ini berakhir dengan cepat.

Begitu siksaan ini berakhir, Peeta menenangkan Katniss bahwa Prim tidak akan disakiti. Johanna membenarkan perkataan Peeta bahwa seluruh Capitol mencintai Prim. Jika Presiden Snow menyiksa Prim maka seisi Capitol bisa memberontak. Kamera manapun yang sebelumnya merekam Johanna sudah bisa dipastikan tidak akan menyorotnya lagi begitu dia berkata seperti itu. Mereka kembali ke tepi pantai untuk memulihkan tenaga. Katniss meminum air yang didapatkan Johanna menggunakan keran Haymitch. Ketika Johanna duduk di sebelahnya, Katniss bertanya siapa Annie. Johanna menjelaskan bahwa Annie Cresta adalah gadis berambut merah dari distrik 4 yang digantikan Mags. Dia adalah salah satu Pemenang Hunger Games sebelumnya dan menjadi gila ketika Tribute lelaki yang berasal dari distrik 4 terpenggal di depannya. Pada saat itu arena yang ditempati Annie memiliki sebuah bendungan besar yang rusak hingga seisi arena terendam air dalam jumlah besar. Annie adalah satu-satunya yang selamat karena dia bisa berenang.

Beetee mengatakan bahwa dia memiliki rencana dengan kumparan yang dimilikinya. Dia berencana menggunakan tenaga petir yang menghantam pohon pada saat sektor jam 12 hingga jam 1 diaktifkan. Dia akan melilitkan kumparan kawatnya pada pohon yang disambar petir kemudian membawa sisa kumparan ke pantai sehingga seluruh pantai yang masih basah pasca tsunami dari sektor jam 10 hingga jam 11 akan mengalirkan listrik. Jika Brutus dan Enobaria berada di pantai, mereka akan mati terkena sengatan listrik. Beetee berpikir rencananya lebih baik jika mereka menghabiskan waktu untuk memburu keduanya di hutan.
Keempatnya sepakat dengan rencana Beetee kemudian mulai bersiap-siap.

Katniss dan Peeta menyingkir dari yang lain. Katniss merasa bahwa dia dan Peeta harus segera pergi. Ketika Brutus dan Enobaria tewas, hanya tersisa mereka berlima dan sudah pasti akan terjadi pertumpahan darah berikutnya untuk mendapatkan mahkota kemenangan. Presiden Snow tidak akan membiarkan kesalahan Seneca diulangi oleh Plutarch. Hanya akan ada satu pemenang yang masih hidup. Dan setelah Beetee kehilangan Wiress, Finnick kehilangan Mags, dan Johanna kehilangan Blight, mereka pasti akan berusaha lebih keras untuk membuat salah satu dari dua perwakilan distrik 12 terbunuh pasca kematian salah satu atau dua perwakilan dari distrik 2, Brutus dan Enobaria.

Peeta mengganti topik pembicaraan mereka. Peeta tahu bahwa Haymitch membuat perjanjian dengan Katniss, sama dengan yang dilakukan Haymitch dengannya. Haymitch telah membuat persetujuan ganda dan hanya Haymitch yang tahu perjanjian mana yang akan dia tepati. Katniss ingin Peeta yang selamat kali ini dan dengan demikian Katniss akan menjadi semacam martir dan Peeta yang sakit hati sejak dia tinggalkan akan menggunakan kata-katanya untuk menggelorakan semangat pemberontakan di seluruh distrik. Sementara itu Peeta masih menginginkan Katniss terus hidup dengan mengorbankan nyawanya sendiri. Peeta menarik keluar kalung yang dipesannya kepada Effie. Dia membuka kalung emas tersebut, memperlihatkan foto Ibu Katniss dan Prim di satu sisi sementara di sisi lain terdapat foto Gale. Peeta mencoba memberitahunya bahwa Katniss masih memiliki keluarga yang dicintainya sementara keluarga Peeta akan melanjutkan hidup mereka usai berkabung atas kematian Peeta. Tapi Katniss mengatakan bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Peeta kemudian menciumnya.

Presiden Snow melihat adegan ini kemudian tersenyum. Peristiwa ini sesuai dengan apa yang diprediksi oleh Plutarch. Aksi dan reaksi. Plutarch adalah orang yang menyarankan jumlah Penjaga Perdamaian di distrik 12 dilipatgandakan untuk memicu ketakutan sekaligus meredam semangat pemberontakan di distrik 12, di mana Katniss berada. Plutarch adalah orang yang mengganti kartu di dalam amplop bertuliskan angka 75 yang dibacakan Presiden Snow yang menunjukkan sistem Reaping untuk Hunger Gameske-75. Dengan sengaja dipersiapkan untuk menghabisi Katniss dan spesiesnya, berupa Pemenang Hunger Games lain untuk meredam semangat pemberontakan dengan menerjunkan kembali mereka ke dalam arena untuk saling membunuh. Dia juga yang menyarankan untuk mengeksekusi gaun pengantin Katniss untuk dikenakan pada saat malam sebelum pertarungan, di mana Cinna telah melakukan penyesuaian ulang tanpa diketahui Plutarch. Pada akhirnya gaun pengantin tersebut berubah menjadi senjata perlawanan.

Dan kini, Katniss akan menggunakan segala cara untuk melindungi Peeta. Dia akan mengotori tangannya sendiri dengan darah Beetee, Finnick, dan Johanna. Hal ini bisa memicu pemadaman semangat pemberontakan dari distrik 3, 4, dan 7 karena Katniss telah membantai perwakilan dari distrik mereka. Plutarch membiarkan Presiden Snow untuk melihat sisa Hunger Games sementara dia kembali ke ruangan Juri Pertarungan.

Kelimanya berjalan menuju pohon yang tersambar petir menjelang malam. Jika mereka meninggalkan pantai, harapan mereka adalah Brutus dan Enobaria berlindung di pantai yang basah, terutama pasca tsunami dari sektor jam 10 hingga jam 11. Asumsi mereka adalah kelimanya mengejar Brutus dan Enobaria dengan masuk ke dalam hutan padahal mereka tengah menciptakan jebakan lain. Hutan adalah mimpi buruk dengan ancaman berbeda setiap jamnya sehingga mereka tidak mungkin berlindung di dalam hutan. Beetee berasumsi bahwa Brutus dan Enobaria mungkin telah menyadari bahwa terjadi peristiwa pada waktu-waktu tertentu hingga mereka pasti lebih memilih meninggalkan hutan jika memiliki kesempatan. Keduanya mungkin masih belum mengetahui secara rinci bahwa hutan yang dijadikan arena ini berdetak dengan ancaman berlainan di setiap sektor dan jamnya.

Dalam perjalanan mereka menuju pohon besar di sektor jam 12 hingga jam 1, Juri Pertarungan memberikan pemberitahuan ada 9 korban Tribute yang tewas hari itu. Termasuk di dalamnya Gloss, Cashmere, Wiress, Mags, Pecandu morfin dari distrik 6 yang menyelamatkan nyawa Peeta, Blight, bahkan Chaff.

Beetee berhasil melilitkan pohon dengan kawatnya kemudian memerintahkan Katniss dan Johanna untuk membawa sisa kumparan menuju laut. Usai melakukan tugasnya, Katniss dan Johanna pergi ke sektor 2 untuk menunggu kedatangan Beetee, Finnick, dan Peeta. Di sana mereka akan membahas lebih lanjut apakah rencana Beetee berhasil atau gagal. Sementara itu Beetee menggunakan ujung lain kumparan untuk membuat lilitan lain seandainya lilitan pertamanya tidak bekerja. Finnick dan Peeta bertugas untuk menjaga Beetee karena ada kemungkinan Brutus dan Enobaria mengikuti mereka. Katniss mengusulkan agar Peeta ikut bersamanya membawa sisa kumparan menuju laut sementara Finnick dan Johanna menjaga Beetee melilitkan kumparan lain. Tapi Beetee menolaknya dan berdalih bahwa mereka berempat sudah sepakat dengan rencana yang telah diciptakannya. Katniss tidak punya pilihan lain sehingga dia mencium sebelum berpisah.

Dalam perjalanan menuju laut, mendadak kumparan kawat terputus. Ketika mendongak ke atas, Katniss dan Johanna menemukan sosok Brutus dan Enobaria mendatangi mereka. Johanna menghantam kepala Katniss dari belakang, membuatnya jatuh sambil berteriak kesakitan. Johanna duduk di atas dada Katniss, mencongkel lengan Katniss menggunakan kapaknya kemudian melumuri leher dan bagian tubuh lain Katniss dengan darahnya sambil berbisik agar Katniss tidak bersuara. Johanna tahu bahwa Brutus dan Enobaria mengincar dirinya dan Katniss, berharap ini cukup untuk membuat mereka menjauh. Johanna melemparkan kapaknya ke arah Brutus dan Enobaria sebelum melarikan diri. Melihat Katniss tergolek dengan berlumuran darah, Brutus dan Enobaria tahu tidak ada gunanya menghabiskan waktu untuk membunuh Katniss karena dia akan mati tidak lama lagi.

Katniss membuka mata ketika dia mendengar suara Finnick memanggil Johanna dalam kegelapan. Finnick dan Johanna pasti bersatu untuk menghabisinya dan Peeta. Katniss kembali ke pohon besar di sektor jam 12 dan 1 hanya untuk menemukan bahwa tempat itu sudah kosong. Tapi ternyata tidak sepenuhnya kosong. Beetee tergolek lemah setelah terkena medan gaya pelindung yang tidak terlihat olehnya dengan tangan memegang batang kayu terlilit kumparan kawatnya. Katniss bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Beetee dengan batang kayu yang terlilit kumparan kawatnya. Melemparkannya ke medan gaya pelindung? Apa dampaknya jika tenaga petir tersalurkan ke medan gaya pelindung?

Katniss mengalihkan pikirannya ke arah Peeta. Di mana Peeta sekarang? Di luar sana masih ada Brutus, Enobaria, Finnick, dan Johanna. Apakah Peeta sudah tahu bahwa Finnick dan Johanna sudah bersatu untuk menghabisi mereka? Katniss mendengar suara ledakan meriam kemudian mengambil keputusan. Dia meneriakkan nama Peeta untuk memancing siapapun bergerak menuju ke arahnya. Dan pada saat itulah Katniss melepaskan anak panahnya untuk menghabisi musuh yang tersisa. Hanya menunggu waktu sebelum suara meriam yang menandakan Beetee tewas dan bunyi meriam tadi menandakan ada satu Tribute yang tewas. Katniss hanya berharap bahwa suara tersebut bukan suara kematian Peeta. Jika Katniss berhasil menghabisi dua musuh lagi, itu artinya hanya tersisa satu ornag Tribute yang harus ditangani Peeta. Suara Katniss berhasil memancing Finnick kembali ke pohon besar.

Katniss bersembunyi, membidik Finnick tanpa sepengetahuannya. Finnick mencari-cari keberadaan Katniss dalam kegelapan sambil memanggil namanya. Presiden Snow memandang peristiwa ini sambil berkata penuh kemenangan agar Katniss melepaskan anak panahnya. Ketika Finnick menemukan sosok Katniss yang tengah membidik jantungnya, Finnick mengangkat kedua tangannya tanda bahwa dia tidak akan melawan Katniss kemudian mengingatkan Katniss pada satu kalimat yang diucapkan Haymitch khusus untuk Katniss sebelum mereka berpisah : Ingatlah siapa musuhmu yang sebenarnya.

Pada saat itulah Katniss menurunkan busur dan anak panahnya. Haymitch sengaja memberikan pesan terakhir itu sebagai peringatan dan peringatan yang sama diulangi Finnick. Ini pasti bukan kebetulan. Katniss mengerling ke arah batang kayu yang dililit Beetee menggunakan kumparan kawat miliknya dan sadar bahwa itulah rencana Beetee yang sesungguhnya. Bukan untuk mengincar Brutus dan Enobaria melainkan Juri Pertarungan. Katniss melepaskan kumparan kawat Beetee dari batang kayu kemudian dililitkannya pada anak panah miliknya yang batal diarahkan untuk Finnick. Finnick melihat langit sudah membentuk awan tetap yang akan mengeluarkan petir untuk menerjang pohon besar di belakang Katniss. Finnick meneriakkan peringatan pada Katniss agar menjauh dari pohon ketika petir pertama menyambar dan di saat yang sama Katniss melepaskan anak panahnya.

Anak panah Katniss melesat ke langit, membawa tenaga jutaan volt petir itu sendiri ke arah medan gaya pelindung. Medan gaya pelindung meledak, menghancurkan proteksi arena dan layar yang dilihat Presiden Snow berubah menjadi gelap. Dia memanggil Plutarch namun tidak ada tanggapan. Presiden Snow masuk ke ruangan Juri Pertarungan dan melihat bahwa seluruh peralatan lumpuh total akibat Katniss memanah medan gaya pelindung menggunakan anak panah bertenaga petir. Plutarch sudah tidak ada.

Katniss tergeletak di tanah dan melihat pesawat ringan tiba dengan cakar metalik untuk mengambil tubuhnya. Beberapa jam kemudian Katniss tersadar dan melepaskan infus yang menancap di lengannya. Dia melihat Beetee tergeletak di sebelahnya dengan sejumlah peralatan medis yang menancap di tubuhnya, menjaganya agar tetap hidup. Katniss mengambil sebuah jarum suntik kemudian berjalan keluar dari ruangan medis, berusaha mencari ruangan lain tempat orang yang menerbangkan pesawat ringan ini. Di satu ruangan dia mendengar suara Plutarch dan Finnick. Katniss menerjang masuk sambil mengangkat jarum suntiknya dan sadr bahwa ada Haymitch juga di sana, menahan gerakannya dan merebut jarum suntik dari tangan Katniss dengan mudah.

Dengan ramah Plutarch menjelaskan bahwa dia merupakan bagian dari pemberontakan terselubung melawan Capitol. Itulah sebabnya dia mengajukan diri untuk menjadi Ketua Juri Pertarungan menggantikan Seneca Crane dan memainkan perannya dengan baik. Dia bekerja sama dengan Haymitch dan setengah dari Tribute untuk menyelamatkan nyawa Peeta di arena. Karena jika Peeta tewas, Katniss akan keluar dari sekutu dan berbahaya baginya berada di dalam hutan itu sendirian. Itulah sebabnya mengapa Finnick menyelamatkan nyawa Peeta saat dia tersambar medan gaya pelindung; mengapa Mags mengorbankan dirinya sendiri agar Finnick bisa membantu Katniss menyeret Peeta menjauh dari kabut beracun; mengapa pecandu morfin dari distrik 6 menyelamatkan Peeta dari serangan Mutan monyet; mengapa Finnick mendorong pergi Peeta sebelum terkena serangan Brutus dan Enobaria di Cornucopia.

Katniss adalah wajah dari pemberontakan. Dia adalah satu-satunya yang bisa mengobarkan semangat pemberontakan melawan Capitol sehingga keselamatan Katniss adalah prioritas utama. Sekarang mereka sedang terbang menuju distrik 13. Distrik 13 tidak dihancurkan oleh Capitol. Mereka menyelamatkan diri ke benteng di bawah tanah selama ini dan butuh waktu untuk bisa bangkit seperti sekarang namun Capitol masih belum mengetahuinya. Katniss, Beetee, dan Finnick berhasil diselamatkan sementara Enobaria, Johanna, dan Peeta ditangkap Capitol. Suara meriam yang didengar Katniss adalah suara tewasnya Brutus karena dibunuh oleh Peeta. Katniss menampar Haymitch begitu mendengar berita bahwa Peeta ditangkap Capitol dan menyerang bagian tubuh manapun dari Haymitch yang bisa dijangkaunya kemudian Plutarch menyuntikkan obat penenang.

Katniss terbangun dan menemukan Gale duduk di sebelahnya di ranjang. Katniss bingung apakah dia sudah kembali ke distrik 12 yang ditanggapi oleh gale. Gale menceritakan bahwa pasca Katniss meledakkan arena dengan mengirim anak panah berkekuatan petir, Capitol mengirim sejumlah pesawat ringan dan mengebom distrik 12. Gale berhasil menyelamatkan keluarganya, sejumlah penduduk distrik 12, Ibu Katniss, dan Prim. Katniss terperangah mendengar penjelasan Gale. Tidak ada lagi yang tersisa dari distrik 12.


Berikut ini merupakan poster dari film The Hunger Games.




Kiri ke Kanan : Mags, Wiress, Enobaria, Johanna, Peeta,
Katniss, Finnick, Beetee, Brutus, Gloss, Cashmere

 Kiri ke Kanan : Beetee, Johanna, Finnick, Presiden Snow,
Peeta, Katniss, Gale, Cinna, Effie, Caesar, Haymitch

Kiri ke Kanan : Wiress, Beetee, Mags, Johanna, Finnick,
Katniss, Peeta, Cashmere, Gloss, Enobaria, Brutus

Adegan The Hunger Games Catching Fire : 
Katniss dan Peeta melaksanakan Tur Kemenangan

 Adegan The Hunger Games Catching Fire :
 Katniss dan Peeta mengangkat tiga jari tanda salut pada saat Reaping
untuk Hunger Games ke-75 atau Quarter Quell ke-3

 Adegan Hunger Games Catching Fire : 
Gaun pengantin Katniss yang dirancang Cinna terbakar menjadi 
gaun mockingjay pada saat wawancara dengan Caesar

 Poster Katniss dan Peeta mengenakan gaun pengantin 
dan membawa bunga mawar putih khas Presiden Snow

Tidak ada komentar:

Posting Komentar